Langsung ke konten utama

Rencana penghapusan Bahasa Inggris di SMP SMA, benarkah...

Penghapusan Bahasa Inggris di SMP SMA menjadi topik hangat beberapa waktu belakangan ini.
Wacana dihapusnya mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris untuk tingkat SMP dan SMA pada kurikulum selanjutnya, juga
mengundang sorotan dari penggiat dunia pendidikan.

Mayoritas menolak wacana yang mencuat saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdisksusi dengan sejumlah organisasi guru, beberapa waktu lalu itu.
Seperti yang dituturkan Bagian Kurikulum SMK Informatika Pesat Rusli. Ia sangat menyangkan jika mapel Bahasa Inggris benar-benar dihapuskan dari SMP dan SMA.
“Karena sampai saat ini kemampuan Bahasa Inggris siswa dan siswi masih kurang, baik ditingkat SMP maupun SMA itu sendiri.” kata Rusli kepada radarbogor.id
Hal senada diutarakan Lulu Ilmaknun seorang guru Bahasa Inggris di Kota Bogor. Ia sangat juga sangat menyayangkan jika Mapel Bahasa Inggris sampai dihapuskan dari SMP dan SMA.
Mengingat kata dia, sekarang ini zamannya globalisasi, jangan sampai generasi muda tanah air kalah bersaing dengan orang-orang asing.
“Karena kemampuan Bahasa Inggris mereka masih minim. Jadi harapan saya Bahasa Inggris jangan sampai dihapuskan,” ungkapnya.
Ia khawatir jika Bahasa Inggris ditingkat SMP dan SMA dihapuskan, juga akan berdampak ke para gurunya. “Tentu akan berdampak buruk kepada guru-guru Bahasa Inggris di Indonesia, mereka akan kehilangan perkerjaan,” katanya.
Tak hanya guru, para siswa juga menyangkan wacana penghapusan Mapel Bahasa Inggris di tingkat SMP-SMA itu.
Seperti yang sampaikan Syalia Rifdah, siswi kelas II salah satu SMK di Kota Bogor.
“Menurut saya pribadi seharusnya sih gak usah dihapus (Mapel Bahasa Inggris, red). Karena Bahasa Inggris adalah bahasa internasional, dipakai diseluruh dunia dan kegunaannya pasti sangat besar,” tutur Syalia.
Ia juga sepakat jika Mapel Bahasa Inggris dihapuskan akan berdampak negatif di masa depan.
“Karena kita jadi gak bisa bersaing dengan tenaga asing, dan tentunya kondisi itu juga akan membuat pengangguran semakin banyak,” pungkasnya

Komentar

Populer Posts

Quote...

Part 2 : Filosofi yang perlu ditanamkan dalam diri...

BAJAM INDONESIA - Kali ini kita kembali membahas filosofi yang perlu ditanam dalam diri. Dibagian kedua ini saya akan menjabarkan filosofi lainnya yang menyangkut dalam kehidupan. Filosofi Minuman Kopi, Banyak juga yang bilang kehidupan ini seperti menyeruput kopi, banyak pahitnya. Namun banyak juga yang berpendapat berbeda, kopi akan menjadi lebih manis bila ditambahkan gula, layaknya hidup yang harus juga ditambahi pemanisnya agar tidak pahit melulu. Apalagi dengan banyaknya pecinta kopi terutama di Indonesia, menikmati kopi seraya menikmati suasana malam merupakan sesuatau yang begitu syahdu. Ada beberapa filosofi minuman kopi yang amat menarik  dan analog dengan kehidupan manusia. Inilah filosofinya: Pertama,  Pilih biji kopi terbaik untuk mendapatkan secangkir kopi yang enak. Jika ingin hasil yang terbaik, kamu harus kerahkan kemampuanmu dengan maksimal pula. segelas kopi yang nikmat, dibutuhkan biji kopi terbaik. Bukan yang bentuknya jelek atau sudah rusak. Biji kopi yan...

Tanda - tanda Kamu Orang yang Overthinking...

BAJAM INDONESIA -  Terganggu kegiatan atau aktivitas karena hanya memikirkan sesuatu hal, itu indikasi kalau kamu Overthinking atau Pikiran berlebihan.  Overthinnking terus akan mengganggu ketenangan hidup mu sendiri loh... Overthinking sering terjadi lantaran rasa khawatir yang berlebihan atas masa depan yang akan dijalani. Apakah kamu juga seperti itu.? Ini tanda - tanda bahwa kamu orang yang overthinking : Pertama,             Mengingat - ingat percakapanmu dengan orang lain dan memikirkan kembali semua yang kamu katakan. Jangan terlalu dipikirkan tentang apa yang tadi kamu katakan dan apa yang seharusnya tidak kamu katakan, itu hanya akan membuat kamu cemas berlebihan. Kita tidak akan pernah benar jika yang kita jumpai orang yang tidak pengertian. Terkadang candaan saja orang bisa tersinggung, jadi dibawa tenang saja.  Kedua,             Menghabiskan banyak waktu untuk mencari makna tersembunyi dari perkataan...