Langsung ke konten utama

Perlindungan Profesi Guru vs HAM


Menurut pengertian, Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa guru adalah seorang yang mempunyai gagasan yang harus diwujudkan untuk kepentingan anak didik, sehingga menjunjung tinggi mengembangkan dan menerapkan keutamaan yang menyangkut agama, kebudayaan dan keilmuan.
Akhir-akhir ini, profesi guru sangat disoroti oleh public apalagi dijaman milenial seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan adanya kasus-kasus yang terjadi disekolah seperti pelecehan seksual dan hukuman dengan kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah hingga orang tua melaporkan itu ke pihak kepolisian karena dianggap melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) lantaran perlakuan guru terhadap anak murid tidak sesuai peraturan. Banyak berita yang menyiarkan bahwa guru dilaporkan oleh wali murid atas ketidak wajaran dalam memberi hukuman, padahal hanya menjewer telinga, mencolak rambut anak karena tidak rapih dan mencubit. Semua itu dilakukan bukan tidak ada alasan anak murid, antara lain anak tidak mengikuti aturan sekolah, baju tidak pernah rapih, membolos, tidak sholat atau sembayang saat disekolah dan lain sebagainya. Namun, semua itu tidak ada pengaruhnya oleh para wali murid. Mereka tetap mengadukan ini ke pihak berwajib dengan alasan HAM tersebut dengan alibi perlindungan anak.
Dengan semua kejadian ini, hakekat menjadi seorang guru menjadi tidak jelas karena semakin rendahnya guru dimata public. Tugas mulia sebagai seorang guru tidak lah semulia dulu hanya karena yang nama nya HAM yang dijadikan sebagai tameng oleh para wali murid.
Pada prinsipnya seorang anak tidaklah bisa kita salahkan karena tugas kita lah untuk mendidik, mengajar dan memberikan pemahaman kehidupan kepada mereka baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Oleh karena itu, guru dan orang tua seharusnya bekerjasama dalam proses meningkatkan dan mengembangkan karakter setiap anaknya, bukan sebaliknya orang tua malah berusaha untuk menjatuhkan guru hanya karena hukuman yang padahal masih bias untuk dipecahkan bersama persoalan ini.
 Meminimalisir perlakuan ini, baik guru ataupun siswa yang didampingi wali muridnya harus lah membuat perjanjian sebelumnya, agar tidak terjadinya ketidaksepahaman yang terjadi belakangan ini. Perjanjian yang menyatakan bahwa siap untuk menerima aturan di sekolah dan siap menerima pengajaran yang dilakukan oleh guru tersebut baik lisan maupun tulisan jika perlu dibuat surat perjanjian yang telah diformatkan oleh sekolah. Agar guru tidak bimbang lagi dalam pelaksanaan pengajaran dan mendidik anak muridnya. Namun bukan berarti mengabaikan oknum guru yang melakukan ketidak sesuaian norma-norma yang berlaku. Jika terbukti melakukan itu memang sepantasnya untuk dihukum.
Oleh karena itu, semua pihak harusnya saling mendukung dalam kegiatan untuk mencerdaskan anak bangsa agar tidak lagi saling menjatuhkan dan agar guru bisa dengan optimal dalam mengajar dan mendidik tanpa ragu dan bimbang. Dan berharap terutama keoada wali murid sebagai orang tua untuk mendukung guru sebaik-baiknya.

KEYWORD :
Profesi
Guru
Anak murid
Wali murid/orang tua
HAM
Perjanjian

Komentar

Populer Posts

JANGAN SIA - SIAKAN UANG KOIN. NTAR NYESAL !

 SAYANG BANGET JIKA KAMU MENYIYAKAN UANG KOIN TERUTAMA  KOIN 1000 LOH... Jangan sia-siakan uang logam atau koin rupiah, karena ternyata ada manfaatnya bagi pengendalian perekonomian nasional Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, secara khusus mengajak masyarakat, terutama pedagang, kembali menggalakkan penggunaan uang koin rupiah sebagai upaya mengendalikan laju inflasi. Andi Setyo Biwado Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Maluku mengatakan ajakan itu dilakukan dalam aksi peduli uang koin rupiah. Menurut Andy, kegiatan ini dilakukan karena masyarakat Kota Dobo enggan bertransaksi menggunakan uang koin rupiah, sehingga memicu tingginya harga barang, dan pedagang cenderung melakukan pembulatan harga ke atas. Tanpa disadari sering Anda menerima uang dengan nominal kecil atau biasa disebut dengan uang receh. Uang ini akan didapatkan setiap kali bertransaksi menggunakan pecahan uang dengan nominal besar atau sedang. Tan...

PIKIR ULANG, INI PERBEDAAN SIAP NIKAH DAN INGIN MENIKAH...

 BAJAM INDONESIA - Tuhan menciptakan manusia berpasang pasangan dan setiap pasang manusia ini bersatu dengan caranya masing - masing yang telah digariskan oleh-Nya. Tak seorang pun yang tau jodoh, rezeki dan matinya, setiap insan manusia hanya bisa berikhtiar dan terus berdoa kepada-Nya selagi masih hidup di dunia. Bagi umat islam menikah adalah suatu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sang Pencipta Alam Semesta.   Menikah bukan tentang sekedar menikah karena perlu persiapan yang matang seperti hal nya berperang perlu perlengkapan alat perang dan persiapan diri yang tidak sembarangan. Namun hampir setiap insan manusia pasti ingin menikah. Inilah beberapa perbedaan seseorang yang siap menikah dan ingin menikah, antara lain : Pertama, ketika siap menikah pasti orang tersebut benar benar akan memperhatikan proses menuju jenjang pernikahan mulai dari belajar untuk menjadi pasangan yang baik, mencari calon yang baik, siap menerima calon mertua sebagai orang tuanya juga, pe...

INI LAH YANG MEMBUAT FINLANDIA MEMILIKI SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DUNIA !

BAJAM INDONESIA - Di negara kita, Pendidikan adalah suatu yang sangat penting. Tidak cuma diri kita tetapi untuk bangsa dan negaranya. Di setiap negara seperti Finlandia tentu tidak sama dengan sistem pendidikannya, dari mulai jam belajar di sekolah, waktu ujian nasional, dan materinya sekalipun. Itulah fakta menarik sistem pendidikan di Finlandia. Diantaranya ialah memiliki guru yang bermutu. Guru di negara Eropa itu harus diseleksi dengan ketat dari mulai nilai, kredibilitas mereka, semangat mereka dalam mengajar, dan karya apa yang dapat mendukung pendidikan di Finlandia. Ini beberapa fakta yang membuat Finlandia memiliki sistem Pendidikan terbaik di dunia. Satu, anak-anak Finlandia belum disekolahkan sebelum 7 tahun Di negara-negara Nordik, seperti Denmark, Swedia dan Finlandia, anak-anak belum menginjak sekolah formal sebelum berusia 7 tahun. Usia sebelum 7 tahun masih usia bermain-main. Orang Finlandia percaya, anak-anak bisa belajar dan mengembangkan diri melalui bermain, berim...